Makalah Ekonomi Sumber Daya Hutan Medan, Maret 2020
PEMANFAATAN
EKONOMI AKASIA (Acacia mangium) OLEH PT. RAPP SEBAGAI PRODUK
KERTAS PAPER ONE
Dosen
Penanggungjawab:
Dr. Agus
Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh
:
Devi Mariyana Br.
Sitohang
181201043
181201043
HUT 4C
PROGRAM STUDI
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2020
2020
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik, tanpa adanya halangan. Judul dari
makalah ini adalah “Pemanfaatan Ekonomi Akasia (Acacia Mangium)
Oleh PT. RAPP Sebagai Produk Kertas Paper One” yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Sumber Daya
Hutan Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera
Utara. Laporan ini disusun berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan.
Dengan selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak
yang telah memberikan masukan-masukan kepada penulis. Untuk itu penulis
mengucapkan terimakasih kepada dosen Ekonomi Sumber Daya Hutan yaitu
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si yang telah bersedia menuangkan ilmunya kepada penulis. Penulis
menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari makalah ini, baik dari materi
maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman
penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis
harapkan.
Medan, Maret 2020
Penulis
|
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Sejak tahun
1990 kebutuhan bahan baku industri perkayuan tidak mungkin dapat dipenuhi dari
penebangan hutan alam produksi. Oleh karena itu, perlu kebijakan pemerintah
untuk meningkatkan produktivitas kawasan hutan produksi melalui pembangunan
Hutan Tanaman Industri (HTI). Indonesia mayoritas ditanam dilahan gambut
tropis. Industri sektor swasta dalam bidang kehutanan memiliki keahlian. Tahun
2007 PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menginisiasi proyek tiga tahun
yakni Proyek Science Based Management Support untuk meningkatkan pemahaman
hidrologi, ekologi dan parameter lain untuk mencapai manajemen lahan gambut
yang bertanggung jawab.
Hutan
Tanaman Industri (HTI) dibangun untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan
produksi serta memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan. Jenis pohon
yang cocok dalam pembangunan HTI adalah Acacia crassicarpa yang ditanam di
lokasi tanah gambut (wetland) dan Acacia mangium yang ditanam di lokasi tanah
mineral. Proses kegiatan pembangunan HTI dalam memproduksi kayu yaitu persiapan
lahan, persemaian, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pengangkutan. Acacia
mangium termasuk jenis Legum yang tumbuh cepat, tidak memerlukan
persyaratan tumbuh yang tinggi dan tidak begitu terpengaruh oleh jenis
tanahnya. Kayunya bernilai ekonomi karena merupakan bahan yang baik untuk finir
serta perabot rumah yang menarik seperti: lemari, kusen pintu, dan jendela serta baik untuk bahan
bakar. Tanaman Acacia mangium yang berumur tujuh dan delapan
tahun menghasilkan kayu yang dapat dibuat untuk papan partikel.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah deskripsi akasia ?
2. Bagaimana cara memanfaatkan akasia
menjadi produk kertas ?
3. Apa saja kegunaan dan manfaat ekonomi
yang diperoleh ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui tentang deksripsi
dari tanaman akasia.
2. Untuk mengetahui cara memanfaatkan
akasia menjadi produk kertas.
3. Untuk mengetahui kegunaan dan manfaat
ekonomi yang diperoleh
BAB II
ISI
2.1 Akasia (Acacia mangium)
Akasia (Acacia
mangiumi) adalah tanaman kayu anggota dari marga Acacia yang banyak tumbuh di
wilayah Papua Nugini, Papua Barat dan Maluku. Tanaman ini pada mulanya
dikembangkan eksitu di Malaysia Barat dan selanjutnya di Malaysia Timur, yaitu di Sabah dan Serawak, karena menunjukkan pertumbuhan yang
baik maka Filipina telah mengembangkan pula sebagai
tanaman hutan.
Kingdom :
Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo :
Fabales
Famili :
Fabaceae
Genus :
Acacia
Spesies : Acacia mangium
Pada
umumnya Acacia mangium mencapai tinggi lebih dari 15 meter,
kecuali pada tempat yang kurang menguntungkan akan tumbuh lebih kecil antara 7
- 10 meter. Pohon A. mangium yang tua biasanya berkayu keras,
kasar, beralur longitudinal dan warnanya bervariasi
mulai dari coklat gelap sampai terang. Dapat
dikemukakan pula bahwa bibit Acacia mangium yang baru
berkecambah memiliki daun majemuk yang terdiri dari banyak anak daun.
Daun ini sama
dengan sub famili Mimosoideae misalnya Paraseanthes
falcataria, Leucaena sp, setelah tumbuh beberapa minggu Acacia
mangium tidak menghasilkan lagi daun sesungguhnya tetapi tangkai daun sumbu utama
setiap daun majemuk tumbuh lebar dan berubah menjadi phyllodae atau pohyllocladus yang dikenal dengan daun
semu, phyllocladus kelihatan seperti daun tumbuh umumnya. Acacia
mangium dapat tumbuh dengan cepat dan tahan terhadap berbagai kondisi
cuaca, meskipun demikian tanaman ini membutuhkan perawatan khusus jika ditanam
sebagai tanaman kebun karena daunnya yang banyak berguguran.
2.2 Pemanfaatan Akasia
Menjadi Produk Kertas Paper One
Secara
umum, pembuatan Paper One dibagi menjadi tiga tahapan utama.
Pertama adalah fase pulping yang kemudian dilanjutkan dengan
tahapan paper making dan diakhiri dengan finishing seperti
dibawah ini :
A. Pulping
Pulping merupakan
tahapan pertama dalam pembuatan Paper One. Di fase ini PT.
RAPP memproses bahan mentah untuk dipersiapkan menuju fase berikunya untuk
membuat kertas. Bahan dasar pulp dan kertas adalah kayu. Untuk
mendapatkannya, RAPP menggunakan kayu dari pohon akasia (Acacia
mangium). Mereka memperolehnya setelah melakukan menanam, merawat, dan
memanennya di perkebunan sendiri. Dalam fase pulping, kayu mulai
diproses untuk menjadi bubur kertas. Tahapannya dimulai dari pemotongan,
pengolahan, hingga akhirnya pembersihan.
1. Debarking
& Chipping
Ini
adalah proses pertama dalam fase pulping. Kayu pohon akasia (Acacia mangium)
dipanen. Pohon ditebang dan dibawa ke area pabrik. Di sana batangan kayu akasia
mulai dibersihkan. Kulitnya dilepas karena tidak dapat digunakan dalam proses
pembuatan pulp. Untuk melepas kulit kayu, RAPP menggunakan alat
khusus serta memanfaatkan tekanan air. Proses diulang secara terus-menerus
sampai batang kayu benar-benar bersih dari kotoran maupun kulit kayu. Sesudah
dipastikan bersih, batang kayu kemudian dicacah menjadi serpihan-serpihan
kecil. Setelah ini, proses berikutnya dilanjutkan.
2. Chemical
& Mechanical Pulping
Fase
ini merupakan tahapan kedua dalam proses pulping. Serpihan-serpihan
kayu dimasak untuk menghilangkan lignin dalam batang kayu. Lignin merupakan
salah satu zat penyusun tumbuhan yang tidak berguna dalam pembuatan bubur
kertas sehingga perlu dibuang. Dalam pelaksanaan, RAPP memanfaatkan
zat kimia khusus yang aman untuk lingkungan. Zat tersebut ditambahkan dan
serpihan kayu dimasak ke dalam tungku khusus pembuat pulp.
3. Cleaning
Dalam
fase cleaning, pulp dipadatkan kemudian dijadikan dalam bentuk
lembaran. Agar bisa menjadi kertas, lembaran pulp itu ditekan untuk
menghilangkan air dan bentuknya berubah menjadi lembaran-lembaran tipis.
B. Paper Making
Inilah
fase besar kedua yang dilakukan oleh RAPP Riau dalam memproduksi
Paper One. Dalam tahap paper making, sebagian pulp yang dihasilkan
mulai memasuki proses berikutnya untuk menjadi kertas.
1. Head Box
Dalam
proses ini, pulp dimasukkan ke dalam alat yang disebut head box. Di
sana pulp disemprot campuran air dan fiber oleh head box di
atas mesin yang terus bergerak. Gerakan mesin yang terus menerus itu cukup
cepat. Putarannya tak kurang dari 90 kilometer per jam.
2. Wire Section
Proses
pembuatan berikutnya dinamai Wire Section. RAPP
Riau berusaha menghilangkan air yang tersisa di dalam fiber dalam proses
ini. Dalam wire section pula bentuk dasar kertas mulai
terbentuk. Pulp yang berbentuk lembaran tebal mulai berubah menjadi bentuk
kertas yang merupakan lembaran-lembaran.
3. Press
Section
Kertas
mulai terbentuk, namun proses berikutnya masih perlu dilakukan. Kertas kemudian
memasuki press section. Di sini kertas ditekan kuat-kuat
dengan alat khusus. Tujuannya untuk menghilangkan kandungan air di
dalamnya. RAPP berusaha membuang kandungan air hingga 50 persen.
4. Drying
Proses
pengeringan akhirnya dilakukan. PT RAPP menggunakan sebuah alat
berbentuk silider yang dipanaskan untuk membuat kertas kering. Suhu yang
digunakan dalam proses drying ini amat panas. Suhunya bisa
mencapai 100 derajat celcius.
C. Finishing
Inilah
fase terakhir dalam pembuatan Paper One RAPP Riau masih mengolah
kertas yang sudah jadi dengan memotong serta mengemasnya sedemikian rupa sesuai
jenis produk.
1. Converting
Saat
ini, kertas sudah terbentuk. Namun, bentuknya masih berupa gulungan dengan
ukuran yang lebar dan panjang. Agar bisa dimanfaatkan banyak orang, kertas
perlu dipotong-potong sesuai standar ukuran kertas umum. Riau Andalan Pulp
& Paper kemudian memasukkan gulungan kertas tersebut ke sebuah mesin
pemotong khusus. Di sana kertas bisa dipotong sesuai kebutuhan.
2. Finishing
& Packaging
Ini
adalah fase terakhir dalam proses pembuatan PaperOneTM. Kertas yang
sudah dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki kemudian dikemas. Kertas
dimasukkan ke dalam kemasan yang sesuai dengan jenisnya masing-masing. Sesudah
ini kertas akhirnya bisa didistribusikan kepada konsumen. Akhirnya konsumen
bisa memanfaatkan Paper One untuk segala keperluan yang dikehendaki.
2.3 Kegunaan
dan Manfaat Ekonomi yang Diperoleh
RAPP
Riau dikenal sebagai unit operasional bagian dari APRIL Group. Mereka
adalah salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia dengan beragam
produk berkualitas. Satu yang terdepan adalah Paper One yang
dikenal di berbagai belahan dunia. Paper One merupakan merek kertas
premium yang diproduksi oleh Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP).
Produk ini sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Pasalnya, keberadaannya
mudah ditemui di seluruh penjuru dunia. Lihat saja, sampai saat ini,
Paper One sudah dijual di lebih dari 70 negara.
Kesuksesan itu
dapat diraih berkat kualitas tinggi yang ada dalam kertasnya. Produk
buatan PT RAPP ini dikenal bersih dengan warna putih yang cerah.
Selain itu, kertasnya tebal sehingga sangat cocok digunakan untuk mencetak.
Hasil cetakan akan terlihat jelas dan tinta tidak akan luntur
ketika dicetak di atas permukaan Paper One. Selain
itu, Paper One juga fleksibel dipakai untuk keperluan apa pun. Untuk
menulis maupun melakukan proses fotokopi, kertas ini tetap dirasa memuaskan.
Kemampuan itu didapat berkat penerapan teknologi tinggi dalam proses pembuatan
Paper One. RAPP Riau menggunakan Pro Digi HD Print Technology ketika memproduksi Paper One.
Hasil inovasi RAPP berdasar pengalaman
panjang dalam membuat pulp dan kertas ini menjadi jaminan kualitas Paper One.
Paper One sangat bermanfaat bagi kegiatan perkantoran karena barangnya yang
mudah dicari dan harganya terjangkau mulai dari Rp 35.000,- per rim dengan
berat kertas yang berada dikisaran 70 gram sampai dengan 100 gram.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Acacia mangium termasuk jenis Legum
yang tumbuh cepat, tidak memerlukan persyaratan tumbuh yang tinggi dan tidak
begitu terpengaruh oleh jenis tanahnya. Kayunya bernilai ekonomi karena
merupakan bahan yang baik untuk finir serta perabot rumah yang menarik seperti:
lemari, kusen pintu, dan jendela serta baik untuk bahan
bakar.
2. Secara umum, pembuatan Paper
One dibagi menjadi tiga tahapan utama. Pertama adalah
fase pulping yang kemudian dilanjutkan dengan tahapan paper
making dan diakhiri dengan finishing.
3. Paper One merupakan merek kertas
premium yang diproduksi oleh Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP).
Produk ini sudah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Pasalnya, keberadaannya
mudah ditemui di seluruh penjuru dunia. Lihat saja, sampai saat ini, Paper One
sudah dijual di lebih dari 70 negara.
4. RAPP Riau menggunakan Pro Digi HD Print Technology ketika memproduksi Paper One.
5. Paper One sangat bermanfaat bagi kegiatan
perkantoran karena barangnya yang mudah dicari dan harganya terjangkau mulai
dari Rp 35.000,- per rim
Sebaiknya dalam
pembuatan paper one dari tanaman akasia (Acacia mangium) ini PT RAPP
tetap memperhatikan kesinambungan dari tanaman akasia dengan cara tetap
melakukan penanaman dan penebangan sesuai sistem sehingga tetap memperhatikan
keberlangsungan eksoistem yang lestari dan juga memberikan manfaat bagi
masyarakat sekitar.
LAMPIRAN
Gambar 3. Pembuatan kertas tahap Paper Making
Gambar 4. Pembuatan kertas tahap Finishing






